Kenapa
Setelah tidak denganku, mungkin bahagia selalu datang padamu, ya pantas saja kita tidak bersama, ternyata kita memang sangat berbeda. Setelah tidak dengan mu aku malah kembali mencintai kenangan, walaupun kenangan itu tidak membuatmu kembali, tapi setidaknya dia selalu hadir dan nyata dalam ingatan. Mungkin aku tidak pernah ikhlas, ya mau bagaimana lagi, memang susah. Mengikhlaskan luka yang begitu permanen dan sangat membekas ini. Aku menulis ini bukan karena aku tidak mengikhlaskan mu, tapi aku mencoba mengikhlaskan mu dengan belajar pura pura rela, semoga bisa ikhlas ya.