tak termulai tapi berakhir.

pagiku terbangun tanpa ada dering notif yang selalu aku tunggu di setiap kantuk malam ketika terlelap. suara manis yang selalu menyapa di subuh hari, sedikit paksaan agar aku mau bangun untuk melaksanakan sholat subuh, hal kecil seperti itu selalu membuatku tersenyum sendiri, kenangan yang belum hanyut oleh waktu itu masih tersimpan rapi di hati laki laki kurang beruntung ini.

aku memang berhasil menjalani hari hari tanpanya, tetapi saya gagal menepati janji akan hal hal yang sudah kami janjikan untuk mrnjadi kenangan. semua hal yang berkaitan masih tersimpan lengkap. foto, video cincin, bahkan aku masih ingat rasa makanan yang pernah dibuatnya, tangkapan layar ketika kami bercengkrama di telepon hingga berjam jam pun tak tega untuk menghapusnya. aku memang salah ketika dulu mengatakan jangan pernah untuk menyukaiku yang kenyataanya aku yang butuh pertolongan agar tak jatuh terlalu dalam kedalam jurang perasaan tersebut. 

diujung kisah kami ia mengatakan untuk menyudahi tetapi tetap membawa perasaan tersebut hingga waktunya yang entah kapan. tapi pada akhirnya aku hanya memakan mentah apa yang seharusnya aku tidak percaya bagaikan keindahan langit ketika malam kamu adalah bulan yang tertutup awan hitam sedang aku bumi yang membutuhkan peneranganmu, bumi yang jatuh cinta akan cahayamu. 

aku tidak pernah menyesal mengenalmu, aku juga tidak pernah menyesal dengan caramu yang katanya mencintaiku. yang sangat aku sesali adalah kenapa aku harus tersakiti dengan hal yang sedari awal aku sudah tau akhirnya bagaiamana. perpisahan memang akan selalu ada, tetapi kenapa harus dengan kenyataan yang begitu pahit. bumi selalu membutuhkan bulan untuk menerangi kegelapan malam, tetapi bulan tidak membutuhkan bumi untuk menunjukkan cahayanya yang indah.



rasa dengan waktu itu terkadang tidak mau berdampingan.

rasa datang diwaktu yang tidak tepat. jika sekarang ada Rindu...

siapa yang salah, Rasa atau waktu.


Follwow@abalabal_nulis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

mawar untukmu.

Berakhir.

Quarter life crisis.