BATARI SINGGAH
chap 1
Batari Singgah
Kubu raya di selimuti oleh Arunika, jalanan yang ramai dengan berangkatnya anak sekolah saat itu terselip manusia biasa saja yang memakai kemeja putih, motor vario serta memakai earphone mendengar lagu JKT48 berjudul SEVENTEEN. Terburu buru tetapi takut untuk menyalip mobil yang bergandeng dua, ya itulah dia sosok yang sudah tau seharusnya berangkat awal karena hari senin, ia malah bersantai saat di rumah. senin adalah hari dimana semua orang rasanya saat itu harus tampil lebih sempurna, entah mengapa senin adalah hari yang membuat jalanan kurasa sangat padat.
manusia biasa itu terus melaju dengan motor varionya, oh iya manusia biasa itu namanya aji. pria yang baru menginjak usia 22 tahun tersebut sedang berusaha menyelesaikan studi S1 nya di salah satu kampus yang cukup besar di pontianak, sudah semester 8 dan sedang menyibukkan diri dengan skripsi. selain itu ia juga menyibukkan diri dengan mengabdi menjadi pahlawan tanpa jasa, mungkin kalian tau yang aku maksud yaa guru Honorer, siapa yang takenal salah satu pahlawan tanpa jasa tersebut.
Aji sedang berangkat ke sekolah tempat ia mengajar, hari senin adalah hari dimana semua sekolah memulai pembelajaran dengan awalan upacara bendera, sinar Ghandy yang saat itu begitu terik membuat upacara seolah menjadi hukuman bagi kami. bagaimana tidak panasnya seolah membakar tubuh kami secara perlahan, selepas upacara pun langsung mengambil segelas air dan kuteguk perlahan tentu sebelum itu aji mengawalinya dengan basmallah
Aji cukup mengeluh hari itu padahal seharusnya sudah terbiasa dengan hari senin karena sudah berkali kali melaksanakan upacara dibawah Ghandy yang mungkin sebelumnya lebih terik dibandingkan hari itu, "untungnya aku cuman ngajar satu kelas hari ini" ucap aji lirih dalam hatinya, ia kemudian berkemas dan membuka materi pembelajaran hari ini yang harus ia sampaikan. Aji cukup memiliki kebiasaan buruk dimana ia memahami materi -10 sampai 5 menit sebelum bel masuk berbunyi, membaca dengan cepat seolah olah ia meremehkan materi yang akan ia bawakan, padahal di dalam kelas ia sering kelabakan bingung dengan kalimat apa yang harus disampaikan agar muridnya mengerti.
1-2 jam berlalu akhirnya tibalah jam istirahat, Aji kembali ke kantor duduk di bangkunya dimana bangkunya tersebut berada jauh di ujung dan di kelilingi oleh ibu ibu guru senior yang walaupun tua masih cantik dan bercandanya juga masih ada yang lucu. duduk membuka hp lalu menscrool beberapa video yang ada di Tiktok, sedang asik melihat video meme yang muncul tiba tiba daun muda muncul dari samping pintu " Asssalamualaiku, mohon maaf ruang kepala sekolah dimana ya" tanya nya lirih yang membuat kami langsung merespon sembari tersenyum "itu disana kk, ada kok ibu kepseknya di dalam, masuk saja" seorang guru menyaurinya karena kami hanya tersenyum dan tidak ikut menjawab.
daun muda yang dalam pikiranku pasti seumuranku, pendek kecil manis, siapa yang tidak suka coba daun seperti itu. daun muda yang ku maksud adalah ungkapan bahasa lain yang memiliki arti wanita muda yang masih berusia remaja hingga dewasa. aku bergumam sendiri dalam hatiku setelah melihatnya, "hmmmm siapa itu ya, mana mungkin wali murid". sebetulnya beberapa hari sebelumnya kepala sekkolah mengatakan akan mencari guru untuk mengisi guru kelas yang kosong dan aku harap wanita tadik itu adalah pelamar guru yang semoga diterima di SD kami.
hari selanjutnya masih sama pagi hari ditemani arunika, aku berangkat ke sekolah sekitar pukul 06:30 WIB, tetapi ada yang berbeda rasaku hari itu, tatau mengapa sembari mendengar lagu JKT48 Hisats teleport, aji menjadi cukup gila bernyanyi dengan helm tertutup yaaa karena kalau dibuka akan benaran di anggap gila oleh orang sekitar. sampai di sekolah pukul 06:55 WIB, aku meilhat motor sepertiku, hanya berbeda warna yaa anggap aji itu mungkin motor guru SD yang ganti, berjalan menyusuri depan kelas aji masuk ke dalam ruang kantor " Assalamualaikum" matanya tertuju pada daun muda yang ia lihat kemaren tepat di depan mejanya, hanya terpisah satu meja yang bukan menjadi masalah. aji dengan gaya yang so cool masuk melewatinya menuju meja-nya, taruh tas dan duduk tetapi setelah itu mataku tetap lansgung memandang daun muda yang belum aku kenal itu.
aku terlalu jahat kala itu mengungkapkanmu dengan sebutan daun muda
padahal parasmu, bahkan bisa dikatakan seperti permaisuri dari syiwa
hanya mungkin permaisuri menyingkap rok memaerkan paha, kau menyikap kerudung memerkan pipimu yang kurasa sangat lembut
seperti turun dari kahyangan jonggring kata seniman rahardi
kau adalah Batari yang belum ku ketahui siapa nama dan di kahyangan jonggring sebelah mana tinggalmu
ohhh batari daun muda aku ingin mengenalmu....
Komentar
Posting Komentar