Hirap dalam Harapan



Malam itu cukup istimewa, kembali bersemangat dalam sebuah gelapnya malam aku harap esok sangat cerah.suara riuh petasan, suara saut sautan motor aku tidak mengikuti itu semua apalagi meniup terompek dengan kembang api. aku hanya diam di rumah memandang buku karya tere liye dengan judul TENTANG KAMU. singkat cerita malam tersebut adalah malam tahun baru pergantian yang selalu di rayakan oleh setiap orang dan kembalii pada topik aku tak merayakan itu semua, malam itu aku membaca sambil merenungkan sebuah Harapan.

membaca buku dengan sesekali memandang heandphone karena jantung ini tapernah berhenti berdegup menunggu sebuah pesan, ia lama sekali membalas gumamku, kalau menurut pakarnya si tandanya lampu merah ahhh tapi persetan lah dengan itu semua, aku selalu yakin dengan intuisiku walaupun dalam beberapa kali itu yang menyakitiku.

aku tabisa berkata banyak hal tapi setiap ketikan yang sekarang aku tulis, hatiku sedikit tergores dan darahnya mulai bercucur, aku terlalu naif dengan percaya semua postingan ceritanya aku terlalu yakin klu dia benar benar sendiri dan pada akhirnya aku jatuh dan hilang dalam sebuah harapan yang aku yakini sendiri.


Aku mencintaimu dengan caraku sendiri

kala semua orang mencintaimu seperti matahari yang dengan terangnya berada di atasmu

aku hanyalah angin yang bahkan tak terlihat olehmu

kala setiap orang mencintaimu bak matahari yang dunia memerlukan nya

aku hanyalah angin yang keberadannya sering membuat gaduh

tapi seburuknya itu kau hanya perlu tau aku sangat mencintaimu.

aku mencintaimu bagai angin yang ingin membantu menyejukkan kulitmu ketika kau kepanasan

dan aku ingin keberadaanku  selalu menenangkanmu

kau taperlu tau keberadaanku, karena ketahuilah aku hanya ingin keberadaanku selalu ada untukmu entah pagi siang ataupun malam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

mawar untukmu.

Berakhir.

Quarter life crisis.