Pinang, Sawit

Arunika terbit, sinarnya dari timur sedikit demi sedikit menerangi setengah dari bulatan Bhumi. di desa kecil pelosok dari kecamatan Rasau Jaya tepat nya di SDN 12 Rasau Jaya Patok 35, dua pohon pinang sawit bertengkar di hembusan angin di kelilingi sawit dan pinang lainya.  akarnya menggerogoti tumbuhan selain sejenis. hanya pinang dan sawit yang bertahan, mereka kuat, mereka menguasai tanah gambut itu dan mereka berdiri tegak hanya angin yang mampu menggoyahkan dua tumbuhan itu, tapi segoyahnya mereka berdiri tak tumbang.

berdiri tegak dengan semua kesedihan. andai aku yang jadi sawit dan kamu yang jadi pinang, kita berdua berdiri tegak dan hanya cobaan yang menggoyahkan, dedaunan kita bak mulut yang bertengkar tapi kita tetap berdiri. tegak, kokoh, kuat. kau tau aku berharap seperti tapi apa ? pada akhirnya aku hanya sengganis yang kau gerogoti dengan akar pinang mu dan partner sawitmu.


pagi ini
sebelum Arunika muncul, kabutnya sangat tebal, hingga jarak pandang hanyalah sebatas teman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

mawar untukmu.

Berakhir.

Quarter life crisis.